Di dalam perjamuan Paskah dengan murid-muridNya Yesus sangat terharu lalu bersaksi, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku”.

    Rencana Yudas untuk mengkianati Yesus, telah disampaikan oleh Yesus pada saat perjamuan malam namun para rasul belum mengerti. Bahkan sebetulnya bukan hanya pengkianatan Yudas saja yang diberitahukan oleh Yesus melainkan juga penyangkalan Petrus. “Nyawamu akan kauberikan bagiKu? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, Sebelum ayam berkokok, engkau akan menyangkal Aku tiga kali”.

     Begitulah perjalanan Yesus di akhir hidupNya. Saat kematianNya makin dekat, dua rasulNya yang Dia cintai mengkianati dan menyangkalNya. Namun Yesus tetap dengan tegar menghadapi semuanya itu. Ia nampaknya seperti menjadi korban namun Ia sesungguhnya menjadi pemenang karena mampu menguasai diri dan situasi hingga tidak terprovokasi untuk membalas tapi tetap mencintainya.

     Dalam Pekan Suci ini kiranya baik jika kita merenungkan dua karakter rasul itu dalam hidup kita. Sebagai pengikut Yesus, apakah kita mengidentifikadiksn diri kita sepenuhnya dengan Pribadi Yesus itu? Atau mungkin kita kadang seperti Petrus ketika dalam situasi kesulitan dan terdesak, dengan mudah menyangkal Yesus. Kita tentu masih dengan tegas masih mengatakan bahwa kita adalah murid Yesus namun de facto kemuridan kita sudah tak lagi seperti Yesus. Kita melarikan diri dari Yesus dan mencari kesenangan dan keselamatan kita sendiri.

     Semoga dalam pekan suci ini kita tetap setia kepada Yesus apa pun situasi kita. Tuhan memberkati kita semua.

 

Rm. Yohanes Suratman, Pr